Showing posts with label round the wheel. Show all posts
Showing posts with label round the wheel. Show all posts
0

Good bye Indosat Ooredoo Prepaid ku

Tling-tling....ada pesan masuk di Whatsapp.

"Dek, tadi mas coba isikan pulsa ke nomor adek kok ga bisa ya?"
"Nomor Indosat kah?"
"Iya. Coba di cek, apanya yang bermasalah."
"Oke, adek cari tahu dulu ya."

Saya seketika berfirasat, firasat wanita (hehe), jangan-jangan nomor Indosat saya sudah mati, terblokir, kadaluarsa, atau apapun itu. Sebagai review singkat, 1 tahun belakangan nomor Indosat ini memang sangat sangat jarang saya pakai. Karena kartu Indosat saya masih kartu lama, belum sempat di upgrade ke kartu baru yang bisa mengakses jaringan 4G. Karenanya untuk keperluan akses internet, saya menggunakan kartu operator seluler lain. Hampir semua kebutuhan komunikasi sekarang ini sudah bisa dilakukan via internet, terutama kebutuhan komunikasi mendasar, mengirim pesan dan telepon. Tambahkan lagi biaya yang lebih murah. Alhasil, lambat laun kartu Indosat ini  hampir terlupakan. Apalagi untuk sekedar mengisikan pulsa kedalamnya, yang kini menjadi prioritas kesekian. Tapi, kartu ini tetap saya pertahankan, karena dia spesial.

Saya tutup aplikasi Whatsapp dan pindah ke aplikasi telepon. Saya ketik *123# untuk mengecek masa tenggang nomor saya. Tapi kok
0

Menghirup udara santai ditemani danau dan Goa Pancur

Image
https://www.google.com/maps
Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Sekitar 15 menit menuju pintu masuk desanya. Dari sana terpampang gapura bertuliskan "Selamat Datang di Objek Wisata Goa Pancur". Dan untuk benar-benar sampai di objek tujuan, kita perlu melewati jalan kecil berliku sepanjang 3,5 km dari gapura. Tidak perlu khawatir, karena itu jarak yang pendek untuk ditempuh. Akan terasa demikian, karena kita akan melewati sejuknya jejeran pohon jati, segarnya hamparan sawah menghijau, hangatnya sambutan warga sekitar.
Tak terasa sepeda motor yang kami
0

Pantai bandengan, family time

Ayo...ayo...waktunya jalan-jalan nih. Biasanya pergi berduaan aja sama suami. Tapi kalau ke pantai cuma berdua kayaknya kurang seru. Akhirnya terseretlah 8 orang dewasa dan 3 anak kecil dalam rombongan. Jadi total ada 13 orang dalam satu avanza. Hahay, seruuu... 
Pantai yang kami tuju kali ini termasuk dalam deretan pesisir pantai Jepara. Kalau kalian kenal atau pernah dengar pantai Kartini, nah, kami berdarmawisata ke tetangganya. Mendengar pantai, anak-anak kecil dalam rombongan berseru-seru senang ingin segera menyeburkan diri dalam buaian ombak kecil tepi pantai. 
Setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan (yang tak disangka akan sejauh itu), akhirnya kami menemukan gapura selamat datang. Ya, perkenalkan pantai indah ini, Pantai Bandengan. Eh? Apa banyak bandeng nya disini? Mmm, kalau kalian tanya saya, dan dari hasil pengamatan saya, tidak melihat bandeng walau seekor. Kenapa dinamakan bandengan, belum sempat saya googling. Hehe. 
Pantainya cukup terawat, terlihat dari
0

Join me at Pati-Surabaya Trip

I usually go to Surabaya by train. From Balapan Solo, Tugu Yogyakarta, Pasar Senen Jakarta or Pemalang train station. My father won't allow me to go there by bus, except I have companion to go with me. He was worried on how I manage a transit at bus station which is not that save than at train station. But, according to my home now, Pati, I have to go 2 hours bus to Semarang to reach the nearest train station. Due to geographical issue, railway can not be built through Pati and its surround.
3

Ngapak vs betawi


Eits, jangan salah sangka dengan judul diatas. Judul "ngapak vs betawi" sama sekali tidak ditujukan untuk mengadu domba penganut logat ngapak dan betawi. I love this accent. I'll show you some shows: ngapak show and betawi show, before I tell you more about this topic.


 

_NGAPAK shows_

 Lilok: yiiing, sih nyong pan teplon AXISe koen ora nyambung?
Warink: wis ora kanggo AXISe hha… :D

Lilok: wooooo bocah, sih koen lagi apanan?

Warink: saiki lagi rapat, apan rampung kiye delat maning
0

Sebuah Misi Siswa asal Belanda

Kunjungan little sister Fina ke Surabaya dalam rangka kerja praktek. Masih tertancap kuat dibenak saya sosok Fina. Gadis riang dengan senyum yang selalu terpampang diwajahnya. Dengan rambut pirang bergelombang yang lebih sering dibiarkan terurai. Serta kacamata bulatnya yang khas. Tugas dari sekolahnya dalam rangka kerja praktek: menjadi duta negara untuk sosialisasi pola hidup yang sustainable. Untuk mempertahankan keberadaan sumber daya dibumi agar cukup bagi anak cucu kita dimasa depan. Objek dari "kuliah tamu" Fina adalah masyarakat akademis di negara-negara yang penerapan budaya sustainable-nya masih rendah. Salah satu menurut Fina adalah Indonesia.

Fina sendiri baru berusia
0

Impresi Pulau Madura

Kalo denger kata "Madura", beberapa hal bakal melintas dikepalaku.

Yang pertama: Jembatan Suramadu. Baru dua kali saya kesana. Yang pertama karena benar-benar harus menyebranginya menuju Sumenep, ujung pulau Madura. Yang kedua iseng jalan-jalan sama arek-arek, nyobain nglewati Suramadu naik motor malem-malem. Ndesoni asli. Tapi lampunya emank ciamik kalo malem tu (inceran utama). Plus anginnyaaaa....kuenceng puol rek... he ndeso-nya keluar dua kali. Sampai terakhir aku kesana, jembatan belum jadi sepenuhnya, terutama untuk jalur sepeda motor arah balik Madura - Surabaya.



Yang kedua: partner bisnis ku. Wafy namanya. biasa dipanggil engkong / cong / wapi (temen sunda ni teh yang manggil he). Satu yang gw heranin dari tu anak. Kalo orang makan ayam ato daging lain nyari dagingnya, dia mah nyari tulangnya (kaga doyan daging mode on). Dan usut punya usut beberapa teman Madura ku juga ndak suka daging. Lha kok satu pulau satu hati hehe.
 

Yang ketiga: nuansa Islaminya kuentel cak. Sepanjang jalan besar yang dilalui, dari ujung Madura barat hingga Madura timur. Setiap dua atau tiga meter (saya lupa) ada papan dari besi dicat hijau bertuliskan ASMAUL HUSNA. Subhanallah. Seakan sepanjang jalan kita diingatkan akan keberadaan-Nya sehingga meminimalisir maksiat yang mungkin dilakukan (mungkin begitu maksudnya). Bukan itu saja, sempet nangkep sekilas juga papan kayu dipakukan disebuah pohon dengan tulisan 

"Alhamdulillah, akhirnya telah didirikan Pom Bensin di tempat ini". 

Kembali saya mengucapkan "Subhanallah". Saya yang terbiasa di kota dengan segala hedonismenya, yang bagi saya dan orang lain mungkin pembangunan suatu SPBU di dekat tempat kita itu biasa saja. Tapi mereka, masyarakat Madura dapat dengan lugas mengejawantahkannya dalam rasa syukur karena mereka menyadari bahwa hal tersebut juga termasuk karunia dari Allah SWT.

 
Sayang waktu berkunjung saya disana terpotong jadwal kuliah yang sudah menunggu keesokan harinya. Jadi belum bisa mengeksplor lebih jauh... hmm...

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram" (Q.S. Ar Ra'd: 28)

Back to Top