0

Apa yang akan kau lakukan dengan uang 1M ditangan ?

Pertanyaan itu muncul ketika saya dan 50(an) mahasiswa lainnya mengikuti kuliah tamu "Pengantar Technopreneurship" Jum'at kemarin di lantai 2 perpus pusat ITS. Pembicara adalah alumni jurusan Teknik Kimia yang sekarang berkecimpung di PT People Development. Bidang yang sarat dengan hubungan manusia-manusia, motivasi internal eksternal dan lain sebagainya.

Pada pertengahan kuliah beliau menantang mahasiswa untuk dapat berpikir cepat dan diluar batas. Beliau memberikan waktu 15 menit bagi kami mahasiswa untuk menuliskan sebanyak-banyaknya mengenai hal apa saja yang akan dilakukan seandainya kami memiliki uang 1 Miliar rupiah ditangan.

Mengintip isi HP teman

Handphone nowadays, hmm . . .  Sudah menjadi fenomena gadget pribadi yang sudah dapat dipastikan ada disetiap genggaman tangan setiap orang. Urgensinya sangat tinggi, sampai-sampai ketiadaannya akan sangat terasa. Layaknya orang miopi (rabun jauh) yang akan sangat kesusahan ketika lupa memakai kacamatanya :)
 

Namanya saja gadget pribadi, isinya pun bisa sangat pribadi. Content dari fitur-fitur umum seperti inbox, notes, galery akan berbeda dari orang satu dan lainnya. Beberapa waktu lalu saya mendapatkan "kesempatan" melihat lebih jauh catatan pribadi seseorang di gadget-nya. Bukan untuk tujuan buruk, tidak pula pada hal yang bersifat sangat pribadi seperti inbox. Tapi saya melihat sesuatu yang lebih umum. Dua "korban" tersebut adalah yang menurut kacamata saya berstatus

3

Trade-off yang (jangan sampai) mematikan

Ya, jangan sampai anda membaca judul di atas tanpa kata-kata yang ada didalam kurung, bakalan jadi "trade-off yang mematikan". whups, jangan sampai ! ! !

Tunggu tunggu tunggu, trade-off tu apa ya? Definisi terikat yang saya kutip dari bapak ibu dosen dikelas bahwa 

trade-off adalah suatu keadaan dimana kita dihadapkan pada beberapa pilihan, dimana ketika kita ingin memaksimalkan suatu pilihan akan mengorbankan ketercapaian maksimal dari pilihan lainnya. 

Contoh favorit saya baru-baru ini adalah: pilih mana, pria yang good looking tapi semena-mena atau pria dengan tampang standard tapi setia. Contoh lain ketika ingin berbelanja online: suatu produk yang sama pada seller A harganya lebih murah daripada seller B, akan tetapi ongkos kirimnya lebih mahal. Mana yang akan kau pilih? Karena naturalnya tidak ada yang sempurna didunia. Semua terkena hukum trade-off yang memungkinkan manusia memiliki pilihan lebih dari satu.



Hmm, dalam tradisi kamus istilah saya, saya lebih suka membebaskan
0

Sebuah Misi Siswa asal Belanda

Kunjungan little sister Fina ke Surabaya dalam rangka kerja praktek. Masih tertancap kuat dibenak saya sosok Fina. Gadis riang dengan senyum yang selalu terpampang diwajahnya. Dengan rambut pirang bergelombang yang lebih sering dibiarkan terurai. Serta kacamata bulatnya yang khas. Tugas dari sekolahnya dalam rangka kerja praktek: menjadi duta negara untuk sosialisasi pola hidup yang sustainable. Untuk mempertahankan keberadaan sumber daya dibumi agar cukup bagi anak cucu kita dimasa depan. Objek dari "kuliah tamu" Fina adalah masyarakat akademis di negara-negara yang penerapan budaya sustainable-nya masih rendah. Salah satu menurut Fina adalah Indonesia.

Fina sendiri baru berusia
0

designing, i'm lovin' it

setiap manusia dianugrahi indra yang dengannya mereka dapat mengasah kepekaan terhadap keindahan alam ciptaan-Nya. saya selalu berdecak kagum setiap kali mendapati hal-hal disekitar saya memantulkan keindahannya kedalam retina mata ini. sejak kecil pun saya senang bermain dengan warna, entah untuk menuangkannya dalam kertas yang disediakan panitia lomba mewarnai atau "menodai" tembok putih polos ruang tamu dengan gambar polos dari tangan polos saya.he.

sejak mengenal software design pada komputer, saya semakin
Back to Top