3

artificial intelligence

-->
sebuah film. saya dapat dari seorang temang, agunkzone89. ketika dengan "tidak sengaja" mengutak-ngatik hard disk eksternal-nya (hehe pizz goenk ^_^). judul nya tanpa tedeng aling-aling. langsung menuliskan dengan mantap "artificial intelligent" tanpa bermaksud menyembunyikannya dengan bunyi judul lainnya. hmm, tema yang cukup menantang. saya sudah lama mengenal istilah ini. namun untuk membaca artikel-artikel terkait AI ini, kiranya mata dan otak saya hanya dapat menampung sekitar 2-3 lembar untuk kemudian menyerah karena tak kunjung paham. jadi ketika saya menemukan film ini, langsung saya co-past. setidaknya saya bisa lebih tahu apa dan bagaimana AI itu dengan cara yang lebih menyenangkan.
film ini diawali dengan sebuah prolog, yang bagi saya, mengerikan. dikatakan bahwa pada beberapa waktu mendatang,
populasi manusia yang terus bertambah mengakibatkan berbagai masalah muncul. sumber daya alam yang ada sudah sangat minim untuk meng-cover kebutuhan seluruh umat manusia yang hidup dipermukaan bumi. titik fokus permasalahan terletak pada jumlah manusia yang semakin tak terbendung jumlahnya. oleh karena itu muncul pemikiran mengenai AI. dimana manusia akan membuat robot yang menyerupai bentuk manusia. robot ini nantinya akan ditempatkan pada fungsi-fungsi pekerjaan seperti guru, security, pemandu wisata atau sesuai kebutuhan. karena "mereka" adalah robot maka mereka tidak membutuhkan nasi,roti untuk makan, air untuk minum,mandi, atau ranjang untuk tidur dan lain sebagainya. dengan demikian akan mengurangi konsumsi sumber daya. 
dikisahkan seorang ilmuwan merasa tidak puas dengan hasil karyanya. dia terus mencoba membuat sebuah robot yang tidak hanya mampu melakukan pekerjaan manusia, tapi juga memiliki emosi. sehingga interaksi antara manusia-robot akan lebih hidup dengan respon emosi tersebut. sebuah model robot dengan wujud anak lelaki berusia awal belasan tahun menjadi objek percobaannya yang kesekian. dengan menanamkan chip untuk merespon kontak emosi, model robot tersebut dimasukkan kedalam lingkungan sebuah keluarga. sebagai seorang anak kecil, respon ideal dari emosi ini adalah dia dapat merasakan kasih sayang dan membalas kasih sayang tersebut pada orang yang memberikannya. ternyata "anak" tersebut memberikan respon yang positif. bahkan rasa cintanya begitu besar pada ibu (angkat)nya. 
ketika keseharian kehidupan dalam keluarga itu mulai berjalan harmonis, anak lelaki tunggal penghuni sebenarnya rumah tersebut sembuh dari sakit parahnya. jadilah dua orang anak lelaki (yang sebelumnya mengalami kehidupan sebagai anak tunggal) berusaha merebut perhatian lebih dari orang tua mereka. karena banyak hal yang belum diketahui "anak robot" mengenai perilaku manusia asli, maka beberapa kali dia melakukan hal yang membahayakan ketika bermain bersama anak asli. singkat cerita orang tua merasa khawatir akan timbul hal-hal membahayakan lainnya dan dengan sangat berat hati sang ibu akhirnya "membuang" anak robot pada suatu hutan tempat robot-robot AI yang sudah tidak terpakai dibuang. sang anak yang sudah tertanam cinta yang besar pada ibunya merengek-rengek agar ibunya tidak meninggalkannya disana sendirian. tampak sang ibu menahan emosinya untuk berpikir rasional, bahwa keputusannya membuang anak AI ini adalah tepat untuk menyelamatkan nyawa anaknya yang sesungguhnya. Namun langkahnya berat karena kasih sayang yang diekspresikan anak ini terasa begitu nyata. Sampai pada akhirnya dia mendorong keras anak itu dan berlari dengan linangan air mata, berusaha tuli dari tangisan pilu sang anak AI.

3 komen:

syalala said...

Mau mau mau, ngopy pelemnyaa....... :L

liek said...

kaga ade.... pilem jebot...baru sempet gw referensiin ja hohoho pisssss :angel

syalala said...

Loh, loe bilang-nya di atas gini "ketika saya menemukan film ini, langsung saya co-past", yg di-copy bukan film ta? xo

Post a Comment

Back to Top